Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengenal bagian kulit dan fungsinya, terlebih kulit merupakan salahsatu organ yang paling besar dari tubuh kita dengan luas total kurang lebih 2 meter persegi.
Fungsi kulit yang utama adalah untuk melindungi tubuh dari serangan mikroba, dan membantu mengatur suhu tubuh manusia, dan memungkinkan untuk kita bisa merasakan berbagai macam sensasi (sentuhan, panas, dan dingin) karena informasi yang diterima oleh ujung-ujung saraf yang terdapat di kulit akan diteruskan ke otak.
Dengan melindungi bagian tubuh dari serangan kuman dan penyakit, maka kulit juga berperan penting dalam sistem menjaga kekebalan tubuh kita. Kulit berperan untuk mengekskresikan sisa-sisa dari metabolisme tubuh melalui keringat.
Tidak kalah penting, kulit juga dapat menjalankan dalam fungsi sistem endokrin, dengan membantu proses pembentukan vitamin D.
Mengenali Satu Persatu Bagian Kulit dan Fungsinya
Kebanyakan dari kita, terutama kaum wanita, lebih menaruh perhatian pada bagaimana cara merawat kulitnya sehingga tampak bersih, segar, bersinar, sehingga dapat terlihat tetap seperti awet muda.
Tidak banyak yang menyadari bahwa masalah-masalah yang akan timbul pada kulit akan jauh lebih mudah diatasi apabila kita memahami bagian dari kulit dan fungsi dari kulit itu sendiri.
Bahwa Di bawah permukaan kulit terdapat saraf, ujung saraf, kelenjar, akar rambut, dan pembuluh darah. Kini Sudah terbayang bukan,? bahwa kulit ternyata tidak sesederhana seperti apa yang terlihat dari luarnya saja.
Mengingat peran kulit yang sangat vital dalam sistem imun, pengaturan suhu, ekskresi, dan juga sistem endokrin, kita wajib mengupas misteri di balik kulit, yang terletak pada setiap lapis demi lapis bagian kulit itu sendiri.
Ya, kulit terdiri dari 3 lapisan, yakni epidermis, dermis, dan jaringan lemak (sering juga disebut dengan jaringan subkutan). Tiap bagian kulit dan fungsinya akan dipaparkan melalui penjelasan berikut.
1. Epidermis
Epidermis adalah bagian kulit yang paling luar sekaligus yang paling tipis, Epidermis sebagian besar tersusun dari sel-sel keratinosit. Sel keratinosit terbentuk dari lapisan paling Bawah epidermis.
Begitu terbentuk, sel-sel keratinosit yang baru akan bergerak ke atas, menuju permukaan epidermis dan bertahan selama beberapa waktu di sana. Kemudian sel-sel keratinosit tersebut akan mati dan digantikan oleh sel-sel baru yang sudah ‘antri’ dari bawah.
Epidermis adalah lapisan kulit yang tahan air, dan jika lapisan ini tetap utuh, akan mencegah sebagian besar bakteri, virus, dan substansi asing lainnya yang akan memasuki bagian dalam tubuh.
Fungsi proteksi ini juga didukung oleh adanya sel-sel Langerhans pada lapisan epidermis, yang dapat bekerja dengan mengenali substansi asing yang akan memasuki tubuh dan memperkuat pertahanan tubuh terhadap infeksi.
Mungkin Anda pernah mengalami alergi kulit. Alergi pada kulit memang sangat tidaklah begitu menyenangkan, namun itu berarti sel-sel Langerhans pada epidermis Anda tetap bekerja dengan baik.
Bersama dengan lapisan kulit yang lainnya, epidermis juga melindungi bagian organ-organ dalam, saraf, otot, dan pembuluh darah dari benturan. Pada beberapa bagian tubuh tertentu ada yang memerlukan perlindungan lebih besar (seperti misalnya pada telapak tangan dan kaki), bagian terluar lapisan epidermis jauh lebih tebal.
Jika membahas mengenai bagian kulit dan fungsinya, topik bahasan akan sampai juga pada warna kulit. Pada epidermis juga terdapat sel-sel melanosit, yang dapat memproduksi melanin, yaitu zat pigmen yang menentukan warna kulit kita.
Fungsi utama melanin sebetulnya adalah untuk melindungi kulit dari radiasi ultraviolet sinar matahari. Radiasi ultraviolet dapat merusak DNA dan dapat menimbulkan sebuah kondisi medis pada kulit yang serius, termasuk kanker kulit.
Familiar dengan istilah kolagen? Ya, kolagen terdapat di lapisan epidermis sebagai protein penyusun kulit terbanyak (membentuk 75% kulit Anda). Kolagen bersama dengan protein lain yang disebut elastin, yang membuat kulit kita bebas dari garis halus dan kerutan.
Seiring usia yang makin bertambah, tubuh memproduksi makin sedikit kolagen dan elastin sehingga tidak heran jika pada usia tua, kulit seseorang tampak keriput dan menggelambir. Selain karena faktor usia, penurunan produksi kolagen dan elastin juga dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
2. Dermis
Dalam membahas mengenai bagian kulit dan fungsinya, dermis menjadi lapisan kulit yang tidak boleh dilewatkan. Dermis, yang memang merupakan lapisan di bawah epidermis, lebih tebal karena tersusun oleh jaringan ikat yang memberikan fleksibilitas dan banyak kekuatan bagi kulit.
Pada lapisan ini terdapat ujung-ujung saraf, kelenjar keringat, kelenjar minyak, akar rambut, dan pembuluh darah.
Ujung-ujung saraf membuat kita mampu merasakan suhu dan berbagai macam sensasi seperti sentuhan, tekanan, dan nyeri. Kulit di beberapa bagian tubuh tertentu mengandung lebih banyak ujung-ujung saraf dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya.
Misalnya pada ujung-ujung jari tangan dan ujung jari kaki. Ujung-ujung saraf yang ada di sana lebih banyak sehingga lebih sensitif terhadap sentuhan.
Kelenjar keringat memproduksi keringat sebagai respon terhadap panas dan stres. Kelenjar keringat ada di seluruh tubuh, namun paling banyak terdapat di telapak tangan, telapak kaki, dahi, dan ketiak.
Keringat itu sendiri tersusun dari air, garam mineral, dan zat kimia lainnya. Keringat yang keluar dari kulit akan membantu mendinginkan suhu tubuh. Kelenjar keringat di area ketiak dan genital akan selalu memproduksi keringat yang lebih pekat, berminyak, dan berbau khas jika terkena kontak dengan bakteri.
Ini menjelaskan mengapa beberapa orang memiliki bau ketiak yang tidak Sedap.
Kelenjar minyak pada lapisan dermis memproduksi sebum ke dalam akar rambut. Sebum adalah minyak yang membuat kulit tetap halus dan lembut, dan mendukung epidermis dalam bertindak sebagai pelindung tubuh dari substansi asing.
Anda akan mengalami jerawat apabila ada terlalu banyak minyak yang diproduksi sehingga dapat menumpuk dalam rongga akar-akar rambut sendiri.
Akar rambut bertanggungjawab terhadap tumbuhnya rambut di seluruh area kulit. Kulit kepala memiliki banyak akar rambut, sementara kulit telapak kaki tidak memiliki akar rambut sama sekali.
Rambut halus yang ada di sekujur tubuh berperan penting dalam pengaturan suhu tubuh dan melindungi tubuh dari cidera. Pada bagian tertentu dari akar rambut juga terdapat sel-sel yang dapat tumbuh menggantikan lapisan epidermis yang rusak.
Bagian dermis lain yang tidak kalah penting adalah pembuluh darah. Pembuluh darah bertugas untuk menyediakan nutrisi bagi kulit. Pembuluh darah juga berespon terhadap panas atau dingin disekitarnya dengan cara menyempitkan atau melebarkan, sehingga dapat berperan juga dalam pengaturan suhu tubuh kita.
Ketika terpapar panas, pembuluh darah akan melebar untuk dapat memungkinkan lebih banyak aliran darah ke dekat permukaan kulit, untuk memberi efek mendinginkan. Ketika terpapar dingin, pembuluh darah akan menyempit untuk mempertahankan panas tubuh.
3. Jaringan lemak (jaringan subkutan)
Bahasan mengenai bagian kulit dan fungsinya tidak lepas dari lapisan kulit yang terakhir, yakni jaringan lemak atau jaringan subkutan yang terletak di bawah dermis. Jaringan lemak yang membantu dalam mempertahankan suhu panas tubuh untuk melindungi Anda dari suhu dingin Sebagai bantalan tubuh, dan menyimpan cadangan energi.
Ketebalan jaringan lemak bervariasi. Pada kelopak mata misalnya, jaringan lemak akan sangat tipis. Dan sebaliknya, pada area perut dan panggul, jaringan lemak bisa terjadi sangat tebal pada beberapa orang.
Demikian artikel yang dapat kami sajikan untuk anda, dengan isi pembahasan mengenai bagian kulit dan fungsinya. Masalah-masalah kulit yang sering kita alami seperti jerawat, kulit kusam, hingga infeksi jamur atau bahkan bau badan akan lebih mudah diatasi apabila kita sudah mengenal struktur kulit kita dengan baik. Semoga bermanfaat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar